Find us on Google+

Saturday, 13 December 2014

Sinetron Indonesia VS Drama Korea




Di tengah meroketnya popularitas drama Korea di stasiun-stasiun televisi di Indonesia, saya sebagai orang Indonesia sedikit merasa tersinggung. Bukan cuma gara-gara kesempatan saya menonton acara berita terganggu karena istri saya yang doyan pindah channel ke drama Korea, tapi ini lebih kepada rasa nasionalisme saya.


Memangnya ada apa dengan sinetron kita?


Siapa bilang sinetron kita jelek?


Kenapa penonton televisi kita lebih senang produk luar?

Ini namanya tidak mencintai produk dalam negeri sendiri!!!


Jadi hari ini saya memutuskan untuk MEMBELA SINETRON INDONESIA dengan menuliskan kehebatan-kehebatan sinetron Indonesia yang TIDAK BISA DILAKUKAN pembuat sinetron di negara manapun di dunia!


Oke, sekarang mari kita bandingkan. Sinetron Indonesia vs Drama Korea:


Pemain Sinetron Indonesia Jauh Lebih Kuat!


Coba perhatikan dalam drama-drama Korea, adegannya selalu biasa-biasa saja. Contohnya dalam adegan bercakap-cakap di ruang tamu, para pemainnya duduk, dengan teh tersaji di depan mereka, terus ngobrol deh. Hah! Basi!

Sineas Korea memang terkenal cuma bisa membuat drama-drama yang kelihatan realistis. Cuma bisa membuat adegan-adegan yang mengalir alami. Tidak lebih.


Coba lihat sinetron Indonesia. Aktor dan aktrisnya sangat kuat berdiri! Tidak peduli di manapun percakapan berlangsung, mau ruang tamu yang ada sofanya kek, mau di kampus yang ada bangku-bangku tamannya kek, mereka tetap ngobrol sambil berdiri!

Di mana pun, kapan pun, selalu berdiri.

Hebat kan?


Pakaian dan Make Up Pemain Drama Korea Terlalu Biasa!


Kasihan sekali para aktris drama Korea itu, wajah mereka sebenarnya cantik tapi cuma dibalut make up seadanya. Kalau adegannya lagi di kantor, mereka dandan seperti orang kantoran. Kalo adegannya di kampus, mereka dandannya biasa saja ala mahasiswi. Apa hebatnya?


Coba dong lihat aktris-aktris sinetron kita. Kinclong! Biar kata cuma adegan dalam rumah, baju dan make up nya semua pol-polan kayak mau ke kondangan. Ke kampus? Make up tetap nomer satu walaupun kadang sampai mendekati dandanan penyanyi dangdut kelurahan. Tapi inilah kehebatan kita dalam menggiring penonton untuk memasuki dunia yang benar-benar tidak terjadi di dunia nyata!

Hebat kan?


Pemain Korea Jarang Berkata Dalam Hati


Entah karena tidak punya hati atau bagaimana, dalam drama Korea para pemainnya sangat jarang berkata-kata dalam hati. Kalau pun ada kata-kata yang mereka ucapkan dalam hati biasanya dibantu dengan ‘suara hati’ yang tiba-tiba terdengar tidak tau dari mana asalnya. Jadinya kayak suara gaib! Benar-benar aneh!


Pernah lihat pemain sinetron yang harus berkata-kata dalam hati di sebuah adegan? Pasti pernah kan? Mereka jauh lebih hebat karena kata hati mereka diucapkan lewat mulut!


Ya, bicara sendiri gitu deh jadinya… Kadang ada pemain yang berdiri sendiri di kamar dan nyerocos sendiri keras-keras, “AKU HARUS MEMBUATNYA MENCINTAI DIRIKU LAGI. APAPUN CARANYA, AKAN AKU BUAT DIA TERGILA-GILA PADAKU HAHAHAHA!”

Setidaknya, sebelum dia membuat mantan kekasihnya tergila-gila padanya, dia sudah gila duluan.


Tapi ini adalah salah satu kegilaan kehebatan sinetron Indonesia yang patut kita banggakan lho! Mana ada drama Korea atau sitkom Hollywood yang pernah menampilkan aktor/aktrisnya bicara sendiri? Tidak ada! Cuma di Indonesia ada model kayak begini. Sebuah keajaiban tentunya ketika kita bisa mengucapkan kata hati kita keras-keras. Seperti misalnya ketika di mall dan anda mengucapkan kata hati anda keras-keras, “ADUH, MALL BER-AC TAPI KOK KETEKKU KERINGETAN YAH?”

Sinetron Indonesia memang lebih GOKIL dari drama Korea!

Hebat kan? :D



Bayi Tertukar dan Penyakit Lupa alias Amnesia


Drama Korea selalu mengangkat topik yang beragam dan unik. Tentunya ini membuat bingung pemirsa mau nonton yang mana. Beda dengan sinetron Indonesia yang selalu jelas tema ceritanya: soal bayi tertukar atau soal amnesia!


Setelah nonton sinetron Indonesia mungkin anda jadi bertanya-tanya tentang statistik kasus bayi tertukar di negara kita ini. Tapi peduli setanlah soal statistik, yang jelas tema ini selalu menarik untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Lalu kenapa mesti bayi ya? Kenapa bukan tukaran kado saja, kan lebih romantis? Atau tukaran PIN BB kan asik… :D


Jurus andalan para koruptor nasional ketika sedang diinterogasi KPK ternyata juga menular ke sinetron Indonesia. Contohnya kalo permasalahan sudah semakin pelik dan sudah tidak bisa lagi dibayangkan pemecahannya (saking peliknya), si tokoh utama memilih untuk kena amnesia. Lari dari tanggung jawab…


Ini benar-benar keren. Karena walaupun cerita soal bayi yang ditukar-tukar dan cerita tentang orang yang lupa ingatan ini sudah dibuat dalam puluhan sinetron, tapi masih banyak ibu-ibu yang doyan melototi layar kaca saban malam. Ini menandakan bahwa sinetron Indonesia mampu membodohi masyarakat kita, yang mana merupakan hal teramat sulit dilakukan sineas Korea!

Hebat kan?



Tokoh Utama Mati Mendadak


Di era modern ini, begitu banyak kebiasaan dan pola hidup tidak sehat yang terpaksa kita jalani. Polusi udara, asap rokok, sampai fenomena junk food yang merajalela. Tentunya ini semua berbahaya bagi kesehatan khususnya bagi jantung kita. Ujung-ujungnya, kalo jantung kita sudah sakit, kita bisa mati mendadak!


Dan itulah yang terjadi dengan beberapa tokoh utama di sinetron Indonesia. Bayangkan betapa realistisnya cerita yang ada dalam sinetron kita dimana tokoh utama bisa mati mendadak di saat segala masalah belum juga beres. Seenaknya saja dia mati. Sangat realistis sekali. Salut untuk sineton kita.


Tapi masalahnya, kematian mendadak tokoh utama di sinetron kita itu tidak selalu berhubungan dengan jantung atau masalah kesehatan lainnya. Kebanyakan dari almarhum-almarhum tersebut meninggal karena sesuatu yang disebut dengan RATING. Begitu rating-nya anjlok drastis, tokoh utama langsung ko’it deh!

Lucu kan? Tapi tetap hebat kok. Kenapa saya bilang hebat?


Karena seumur-umur hidup saya, saya tidak pernah melihat sineas luar negeri melakukan hal seperti ini. Bahkan Hollywood pun tidak berani melakukannya. Mas Rambo saja yang idealnya pasti sudah mati dicincang sejak sekuel Rambo 1 ternyata masih lenggang kangkung sampai Rambo 5.


Coba kalo Rambo dibuat versi sinetron di Indonesia. Begitu sekuel Rambo 2 tayang tapi rating anjlok dan pengiklan kurang, pasti Mas Rambo langsung dimatikan. Kalo perlu (daripada makan durasi) mas Rambo dimatikan dengan cara-cara instan misalnya tersengat listrik waktu nyolok kabel PlayStation, dikeroyok mahasiswa yang lagi demo karena dikira intel atau mati keracunan karena salah racik jamu. Entahlah, saya percaya pembuat sinetron kita jauh lebih jago daripada saya dalam hal membunuh tokoh utamanya sendiri.


Ingat! 
Pembunuhan tokoh utama hanya bisa dilakukan sinetron Indonesia. Satu-satunya di dunia Broo!

Hebat kan?


Makanya, jangan latah deh ikut-ikutan jadi penggemar drama Korea. Bukti-bukti di atas sudah jelas memperlihatkan bahwa sinetron Indonesia bisa melakukan banyak hal yang tidak pernah bisa dan tidak akan pernah bisa dilakukan negara manapun di bumi. So, cintailah produk dalam negeri.


Jayalah sinetron Indonesia!
:D

Ditulis Oleh Haryanto AgS : Paya itik ~ Aneka Info, Software, Blogging, Kesehatan, Games, Driver Laptop, Mp3, Movie

RegiBrader Anda sedang membaca artikel tentang Sinetron Indonesia VS Drama Korea. Anda diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya. Saling menghargai kreatifitas Sesama Blogger. Ok

:: Get this widget ! ::



No comments:

Post a Comment